Tampilkan postingan dengan label Mangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mangsa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 November 2009

Serat Paramayoga Bagian 2

Paramayoga (1) Sudah lama gak share tulisan ini,sekarang buku komplit Serat Paramayoga karangan Ronggowarsito bisa didownload di sini. Jangan lupa untuk bisa membaca perlu software yang bisa membaca CBR salah satunya adalah CDisplay klik link disamping tab kiri.

Format PDf

1. Bagian 1

2. Bagian 2

3. Bagian 3

Jumat, 06 Maret 2009

Sistem Kalender yg ada di Jawa

Sebelum mengulas lebih jauh mengupas mengenai hari baik dan hari buruk, kita mesti mengenal sistem kalender sebagai dasar perhitungannya. Ada kalender yg berbasis matahari dan ada yg bulan. Tiap bangsa punya kalender khas masing-masing mulai bangsa Maya, Cina, Barat dll. Kalender yg digunakan adalah kalender Saka dimulai tahun 78 Masehi. Karena sifat orang jawa seperti air selalu mengikuti bentuk wadahnya, maka terjadilah penggabungan dengan sistem lama yaitu Pranata Mangsa. Digabung juga dengan perhitungan seperti wuku, paringkelan, padewan, atau yg lebih dikenal sebagai hari 1, hari 2, hari 3 sampai hari 10. Kalender saka membagi 1 tahun ke dalam 12 bulan yaitu Srawana, Bhadra, Asuji, Kartika, Posya, Margasira, Magha, Phalguna, Cetra, Wasekha, Jyesta, Asadha. Sementara pranata mangsa sebelumnya ada 10 mangsa, karena waktu tunggunya sampai dimulainya mangsa 1 lama, maka diciptakan 2 mangsa baru. Sepuluh Mangsa yaitu Mangsa Kasa, Karo, Katelu, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, Kasanga, Kasapuluh, Dhesta, Sadha.
Setelah angka tahun saka 1554 diteruskan oleh kalender sultan agung dengan angka tahun 1555, meskipun dasar perhitungannya lain. Kalender saka berdasar matahari, sementara kalender sultan agung berdasar bulan (komariah). Kalender sultan agung membagi satu tahun menjadi 12 bulan yakni Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejep, Ruwah, Pasa, Syawal, Dukangidah, Besar. Dan hari yg dipakai cuma hari 5, 7, 8 dan 9, sementara hari yg lain jarang digunakan pada Kalender Sultan Agung, tetapi di Bali tetap di lestarikan sampai sekarang.