Tampilkan postingan dengan label index. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label index. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Mei 2014

Excel - Mencari data

Kita sudah mempunyai data di excel dan kita memerlukan data satu atau total dari data dengan kriteria tertentu. Banyak fasilitas dari excel yg bisa dipakai seperti banyak jalan menuju ke Roma. Seperti halnya peribahasa itu banyak jalan menuju ke Tuhan, sebanyak jumlah manusia. Karena masing-masing manusia adalah jalan menuju ke Tuhan (he..he ..gak nyambung. Kembali ke laptop...

Bagaimana mencari SATU DATA dengan SATU KRITERIA?

Ada banyak cara, mari kita coba satu-satu bersama-sama
Pertanyaan berapa harga jeruk?

Cara-1 Memakai VLOOKUP

Formula Vlook(kriteria yg dicari, table array, kolom ke berapa, ketepatan data yg dicari)
Langsung saja dengan contoh

 Bagaimana kalau dibalik yg dicari?
Ternyata vlookup pusing tujuh keliling karena posisi kriteria disebelah kanan yg dicari (harga disebelah kanan buah yg dicari). Kalau terpaksa terpaksa ditambhakan satu kolom di sebelah kanan harga yg berisi buah. Itu kalau satu saja, kalau banyak berapa kolom yg harus ditambah. Kalau disebelah kanan ada data lain bisa ketimpa. Jangan sedih excel masih memberi falisitas canggih berikutnya

Cara-2 Memakai INDEX dan MATCH

Format INDEX




Format MATCH
Tehniknya array di index berisi data yg dicari, sementara array di match berisi kriteria yg dicari untuk mencari di row ke berapa datanya, JELAS....BLAS yo wis aku RA POPO.


Bagaimana mencari SATU DATA dengan BANYAK KRITERIA?

COMMING SOON








Selasa, 22 November 2011

Belajar Trading Bagian-4 Analisa Tehnikal

Sudah kita bahas pasar bergerak dalam trend, sideways dan konsolidasi. Analisa Tehnikal (AT) bisa dikelompokkan ke dalam 3 (tiga) kategori trend following, oscilator dan lain-lain. Kalau pasar membentuk trend kita pakai AT untuk pasar trend dan kalau sideways kita pakai oscilator. Kalau kita mengamati pasar apapun hanya 5% saja pasar membentuk trend dan sisanya bergerak dalam sideyas dan konsolidasi. Tetapi dari 5% tersebut profit yang didapatkan ruar biasa. Makanya kita bahas AT untuk pasar dalam benturk trend dan ada dua AT yg bisa kita pakai yakni Moving Average dan ADX (Average Directional Index kalau nggak salah ya).

Moving Average
Moving average (MA) adalah total harga selama n period dibagi dengan n. Contoh MA 3 n1=4 n2=6 n3=5 maka MA 3 = (n1 + n2 + n3)/3 = (4+6+5)/3 = 5.
Kita pakai tiga atau lebih moving average contoh di bawah kita pakai moving average 10, 20, 50, dan 200. Kita menyebut pasar membentuk trend jika empat moving average tersebut berbaris sesuai urutannya. Untuk trend naik MA 10 > MA 20 > MA 50 > MA 200dan untuk trend turun MA 10 < MA 20 < MA 50 < MA 200. Gambar di bwh saya harapkan sudah bisa menjelaskan sendiri (MUDAH KAN? KAN)

MA 10 > MA 20 > MA 50 > MA 200
MA 10 < MA 20 < MA 50 < MA 200




Jumat, 13 November 2009

Catatan Kecilku Belajar Trading 2 (Belajar dari Kang Bejo dan Kang Slamet)

Alkisah ada 2 orang namanya kang Bejo dan Kang Slamet. Mereka lagi bermain dengan uang koin dengan 2 sisi yang satu gambar burung dan sisi yang satu adalah angka.Logam 5 (1970) Peluang muncul burung adalah 50% dan peluang muncul angka adalah 50%, jadi total peluang adalah 50% + 50% menjadi 100%. Mereka masing-masing punya uang 10,000 rupiah, jadi mereka bertaruh kang Bejo pasang gambar burung dan kang Slamet pasang gambar angka. Mereka memasang 1000 rupiah mereka sebagai taruhan. Kalau menang mendapat 1000 rupiah dan kalau kalah hilang 1000 rupiah. Untuk permainan ini HARAPAN = PROBABILITAS MENANG X JUMLAH MENANG – PROBABILITAS KALAH X JUMLAH KALAH.

Kita coba hitung HARAPAN POSITIP dari permainan ini 50% Probabilitas Menang x 1000 rupiah kalau menang menjadi 50% x 1000 samadengan 500 rupiah. HARAPAN NEGATIP sama dengan 50% Probabilitas Kalah x 1000 rupiah kalau kalah hasilnya 500 rupiah. Harapan total dari permainan ini HARAPAN = HARAPAN POSITIP – HARAPAN NEGATIP = 500 – 500 = 0. Jadi dari 1000 rupiah yang diresikokan harapan mendapat keuntungan adalah 0.

Permainan

Peluang
Menang

Peluang
kalah

Rata2
menang

Rata2
kalah

Harapan
Positip

Harapan Negatip

Total Harapan

1

50%

50%

1000

1000

50% x 1000 = 500

50% x 1000 = 500

500 – 500 = 0

Sedikit ilmu Statistik jika kita melakukan lemparan koin probabilitas muncul gambar burung semakin valid jika jumlah lemparannya semakin banyak. Misalkan dalam 5 lemparan bisa jadi lima-limanya muncul gambar burung jadi kita simpulkan PROBABALITAS/ PELUANG = Banyak lemparan Gambar Burung dibagi Jumlah lemparan = 5 / 5 = 1 (WoW Peluangnya 1). Kita naikkan jumlah lemparan menjadi 100 kali. Maka banyak lemparan maka nilai peluangnya semakin mendekati kenyataannya, dan jumlah lemparan identik dengan populasi.

Besoknya kang Bejo dan Slamet ketemu lagi dan oleh kang bejo gambar burungnya dikasih timah sehingga peluang muncul gambar burung menjadi lebih besar menjadi 60%. Kalau kang bejo bertaruh di gambar burung maka harapannya kang Bejo adalah sebagai berikut;

Permainan

Peluang
Menang

Peluang
kalah

Rata2
menang

Rata2
kalah

Harapan
Positip

Harapan Negatip

Total Harapan

1

60%

40%

1000

1000

60% x 1000 = 600

40% x 1000 = 400

600 – 400 = 200

Sekarang harapan mas Bejo menjadi positip 200, artinya dari 1000 rupiah yang dipertaruhkan harapannya adalah mendapat 200 rupiah.

 

Apakah peluang menang lebih besar adalah segalanya?

Kang Bejo dan Kang Slamet tolong istirahat sebentar! Kita coba lebih sederhanakan angka dasarnya menjadi angka 1 (satu)

Permainan-1

Permainan

Peluang
Menang

Peluang
kalah

Rata2
menang

Rata2
kalah

Harapan
Positip

Harapan Negatip

Total Harapan

1

60%

40%

1

1

60% x 1 = 0.6

40% x 1 = 0.4

0.6 – 0.4 = 0.2

Dari 1 (satu) unit yang dipertaruhkan harapan mendapat 0.2 unit.

Oke sekarang Permainan-2

Permainan

Peluang
Menang

Peluang
kalah

Rata2
menang

Rata2
kalah

Harapan
Positip

Harapan Negatip

Total Harapan

2

20%

1

0.2

10%

5

0.5

3%

10

0.3

3%

20

0.6

50%

1

0.5

10%

2

0.2

4%

3

0.12

36%

64%

36

6

1.6

0.82

0.78

Dari 1 (satu) unit yang dipertaruhkan harapan mendapat 0.78 unit. Peluang menang permainan-2 lebih kecil daripada permainan-1, tetapi harapan permainan-2 4 (empat) kali lebih besar daripada permainan-1 (0.78 dibagi 0.2 setara dengan 4). Jadi sistem trading yang banyak benarnya bukan jaminan harapannya menjadi positip atau besar.

 

Bagaimana pengaruh besar taruhan terhadap Modal?

Nomer Modal Taruhan Jumlah
Kekalahan
Modal
Sisa
Jumlah Menang supaya BEP* Prosentase (Menang/taruhan)
1 100 100 100 0 100 100%

Kang Bejo menaruh semua uangnya untuk taruhan, dalam putaran pertama kalah 100, maka kang Bejo hilang semua modalnya sehingga peluang dia untuk mendapatkan kembali modalnya adalah “NOL BESAR”. Dalam permainan sangatlah mungkin dalam 5 putaran pertama kita kalah terus.

Kang Slamet main tetapi dengan aturan kalau kalah dia akan taruhan separo (50%) dari modalnya, hasilnya sebagai berikut:

Nomer

Modal

Taruhan

Jumlah
Kekalahan

Jumlah Menang supaya BEP*

Prosentase (Menang/taruhan)

1

100

50

50

50

100%

2

50

25

25

50+25= 75

300%

3

25

12.5

12.5

75 + 12.5= 87.5

700%

4

12.5

6.25

6.25

87.5 + 6.25= 93.75

1500%

Kesimpulannya adalah jumlah taruhan harus sekecil mungkin sehingga HARAPAN bisa tercapai dalam jangka waktu taruhan atau trading yang cukup lama.

Seberapa sering sistem kita memberikan sinyal trading dalam satu bulan?

Kita coba mengingat Permainan-1 dan Permainan-2 di atas, misalkan dalam satu bulan sistem permainan-1 memberikan sinyal untuk melakukan trading 60 kali, sementara Permainan-2 memberikan sinyal untuk melakukan trading 12 kali, manakah yang lebih baik, kita lihat di bawah ini:

Permainan Taruhan Harapan Jumlah Trading dalam 1 bulan Earn
1 1 0.20 60 0.20 x 60= 12
2 1 0.78 12 0.78 x 12= 9.36

Permainan-1 lebih baik daripada Permainan-2 karena frequensi atau kekerapan trading lebih banyak, biarpun harapannya lebih kecil daripada Permainan-2.

Semoga dengan beberapa ilustrasi di atas kita menjadi lebih tahu faktor apa yang penting dalam membangun sistem trading. Untuk sementara cukup dulu sampai disini kang Bejo dan kang Slamet sudah boleh pulang kembali, tapi tolong duitnya ditinggal ya itu punya saya. Pulangnya jalan kaki aja biar sehat.

Kang Bejo “Tadi berangkatnya aku ngirit 2000 rupiah”

Kang Slamet “Kenapa kok gitu?”

Kang Bejo “Aku jalan ngikuti Ojek tadi!”

“Lain kali jalannya ngikuti taksi biar irit 30,000 rupiah”, sahut Kang Slamet

Besok kita menerapkan ilmu di atas untuk mengevaluasi 2 (dua) sistem trading yang berbeda.

Bejo Bejo Bejo Slamet Slamet Slamet……………………….

Selasa, 03 November 2009

Catatan Kecilku Belajar Trading Bagian 1

Warning!!! “Jangan percaya pada apa yang aku tulis,ini hanya luapan keinginan untuk menyimpulkan apa yang telah aku baca dan pelajari. Banyak membaca banyak lupa, sedikit membaca sedikit lupa, jadi kesimpulannya…. Kembali ke web Jangan sampai orang buta menuntun orang buta.”

 image

Trading adalah aktifitas pertaruhan terhadap pergerakan harga baik itu Naik atau Turun. Keuntungan didapat jika, BELI di saat harga rendah dan JUAL di harga lebih tinggi, atau JUAL di saat harga tinggi dan BELI di harga lebih rendah.

Persiapan apa yang diperlukan sebelum trading?

image

Ada 3 (tiga) M yang harus dikuasai :

  1. MONEY, modal untuk trading
  2. METHOD, metode yg dipakai untuk membuat keputusan 3E (Entri, Exit Loss, Exit Profit).
    Di level harga berapa kita beli, dan di harga berapa kita keluar pasar jika harga bergerak tidak sesuai prediksi kita, dan di level berapa kita mengambil profit. Tidak kalah pentingnya berapa jumlah uang yang harus kita pertaruhkan untuk melakukan trading. Secara statistic semakin banyak sample yang diambil semakin akurat hasil yang diinginkan. “Don’t Fight the Trend” kalau indicator Bullish jangan ambil posisi Short, ambillah posisi Long. Kalau kita melawan arus kita bisa terbalik dan tenggelam. Dan “Belilah Nilai” artinya belilah di saat harga dekat dengan Moving Average.
  3. MIND, bagaimana sikap mental kita dalam melakukan perdagangan. Kesombongan merupakan sifat yg sangat mahal, karena kesombongan akan menutupi kita dalam melakukan perbaikan dalam Trading. Karena Pasar mempunyai cara tersendiri untuk menghadapi kesombongan, maka lebih baik rendah hati dan hormatilah dan cintailah pasar. Karena kita tidak dapat mendikte pasar harus bergerak naik atau turun, kita yg harus selaras dengan mau kemana pasar.

imageDISIPLIN mudah dikatakan tetapi sulit dilaksanakan. Jika kalah mumpung masih kecil cepat-cepat keluar dari pasar. Inti dari trading adalah “DISIPLIN”. Disiplin dalam menciptakan aturan baku dalam Trading, Displin mengikuti aturan yang sudah diterapkan, Disiplin dalam masuk pasar jika indikator sudah bilang Go, Disipline keluar Pasar baik itu untuk ambil PROFIT ataupun ambil RUGI. Kenapa harus disiplin karena dalam trading hanya kita yang bisa mengontrol perilaku kita, selama modal masih ada tidak ada yang bisa menghentikan kita melakukan trading.

Semua profesi membutuhkan “Displin”. Ada yang berpendapat harus hilang uang dalam jumlah besar dulu sebelum menguasai prinsip dasar trading. Hal ini sama halnya dengan seorang dokter harus menghilangkan beberapa nyawa dulu, sebelum menjadi ahli dalam bedah usus buntu. Atau kita mahir mengendarai mobil tetapi merusak beberapa mobil.

Memang untuk belajar akan menghabiskan uang dan waktu kita. Maka dari itu selalu buat catatan harian isinya sebelum dan sesudah melakukan trading, sehingga kita belajar dari pengalaman. Rugi bisa menjadi pengalaman berharga hanya jika kita tahu penyebabnya. Kadang Rugi bisa disebabkan oleh sistemnya yang salah atau orangnya yang salah. Jika ragu jangan trading.

“DO IT SAFELY OR NOT AT ALL”