Jumat, 20 Maret 2009

Keselarasan Unsur

Kalau kita lihat penggunaan siklus 7, 5, 3, 2 baik tahun, bulan, minggu , hari dan jam digunakan untuk menentukan keselarasan magnetik antara satu orang dengan orang yg lain, antara lingkungan dengan manusia, jagad makro dan jagad mikro. Dalam kepercayaan jawa ada weton dan hari lebih kuat pengaruhnya terhadap weton yg lain. Kalau di budaya cina ada 5 unsur ada hubungan menguntungkan dan ada hubungan merugikan (Air menghidupi Kayu, Kayu menghidupi Api, Api mendukung Tanah, Tanah mendukung Logam, Logam mewadahi Air). Begitu juga siklus pasaran mulai dari Kliwon, Legi, Paing, Pon, Wage kembali lagi ke Kliwon. Hubungan merugikan adalah Air mematikan Api, Api Api melelehkan Logam, Logam memotong Kayu, Kayu merugikan Tanah, Tanah menyerap Air. Dan hebatnya lagi untuk pasaran juga sama mulai Kliwon, Paing, Wage, Legi, Pon. Ada dasar perhitungan ketidak cocokan atau selaras memakai pedoman selisih kelipatan 3 (jam, hari, bulan, tahun dll). Untuk kasus siklus 7 dan 5 kita hitung mulai dari unsurnya sendiri. Kita ingat 3 hari orang meninggal dihitung juga hari waktu meninggal, contoh dalam kasus wafatnya Yesus pada hari Jumat dan Bangkita pada hari ke tiga yaitu Minggu. Kita hitung mulai Jumat=1, Sabtu=2, Minggu=3. Analogi yg sama kita pakai untuk 5 unsur Air=1, Kayu=2, Api=3 jadi Air=1 merugikan Api=3. Begitu halnya Kliwon=1, Legi=2, Paing=3 jadi Kliwon=1 merugikan Paing=3. Coba kita perluas lagi dengan siklus tahunan kalau dalam budaya Cina diwakili dengan 12 Shio (secara urut Tikus, Sapi Jantan, Harimau, Pelanduk/ Kelinci, Naga, Ular, Kuda, Domba, Monyet, Ayam Jantan, Anjing dan Babi). Hubungan merugikan adalah selisih kelipatan 3, mari kita lihat. Tikus tidak cocok dengan Pelanduk dan Ayam Jantan, Sapi Jantan tidak cocok dengan Naga dan Anjing. Cara menghitungnya mulai dari 1 simbol sebelahnya, Tikus=0, Sapi Jantan=1, Harimau=2, Pelanduk=3 so Tikus Vs Pelanduk. Berlawanan jarum jam Tikus=0, Babi=1, Anjing=2, Ayam Jantan=3 so ... Tikus Vs Ayam Jantan. Jadi begini untuk masing masing shio kita beri 3 unsur yg bersiklus yakni S=Sun, M=Moon, F=Fire mulai dari Tikus = S, Sapi Jantan = M, Harimau = F, Kelinci = S, Naga = M, Ular = F, Kuda = S, Domba = M, Monyet = F, Ayam Jantan = S, Anjing = M, Babi = F. Jadi kalau kita perhatikan yg mempunyai unsur sama terjadi ketidakcocokan dengan kata lain selisih kelipatan 3.
Kembali ke laptop.....
Untuk siklus 7 Minggu, Senin dan seterusnya kita mengurutkannya seperti ini Jumat, Minggu, Kamis, Kamis, Sabtu, Selasa, Rabu, Senin kemali ke Jumat. Urutan ini dipakai berdasarkan posisi Naga hari dalam 8 arah mata angin. Menghitungnya sama dengan siklus 5 contoh Jumat=1, Minggu=2, Kamis = 3 jadi Jumat "dirugikan" Kamis. Untuk berlawanan jarum jamnya Jumat = 1, Senin = 2, Rabu = 3 jadi Jumat "dirugikan" Rabu. Khusus untuk Kamis karena ada 2 hitungannya Kamis=1, Minggu=2, Jumat=3 satunya Kamis=1, Sabtu=2, Selasa=3. Pada kesempatan lain akan saya postingkan secara gambar.

Selasa, 10 Maret 2009

Pawukon or wuku

Wuku adalah sistem penanggalan yg umur hidupnya 7 hari atau satu minggu. Total ada 30 wuku mulai wuku Sinta sampai wuku watugunung dikalikan 7 hari sama dengan 210 hari satu siklusnya. Alkisah ada seorang raja bernama Watugunung yg mempunyai 2 orang istri namanya sinta dan landep, mepunyai anak 27 orang. Pada suatu ketika sinta tahu bahwa watugunung adalah anaknya yg dulu lari (kayak cerita tangku ban perahu cuma yg ini sampai punya anak). Dibuatlah skenario supaya watugunung meninggal, dan terbukti watugunung akhirnya meninggal dunia di tangan para dewa. Karena dalam hidupnya banyak melakukan kebajikan, oleh dewa keinginan supaya berkumpul kembali dengan sanak keluarganya dipenuhi. Dengan syarat diambil satu-satu tiap satu minggu, mulai hari minggu paing dan dari sinta sampai terakhir watugunung. Jangan tanya saya kenapa tokoh dalam cerita agak aneh ini dijadikan patokan dalam penentuan nama-nama wuku. Terlepas dari cerita itu intinya kita menyadari dualisme dalam dunia ini, dalam dunia ini tidak ada hal murni baik atau murni jelek, tetapi semua masih saling menopang. Dalam wuku yg bersiklus adalah
hari 5 pasaran,
hari 6 paringkelan,
hari 7,
hari 8 dewa,
hari 9 pandangon
ada juga hari yg lain yg di Bali masih dilestarikan.
Dari hitungan tersebut didapatkan bebera hal seperti sifat hari, hari larangan dan hari baik.
Dalam konsep kalender cina tidak kalah rumitnya menggunakan 10 pilar langit dan 12 cabang bumi. Konsep 10 pilar langit menggunakan 5 unsur mirip dengan konsep weton (hari 5), dan konsep yin yang sama dengan konsep hari 2. Dan kalau diplot kedalam 8 arah angin 3 wuku menempati satu arah angin, dan plus 3 wuku untuk arah atas dan 3 wuku untuk arah bawah. Konsep ini mirip dengan Ba Gua Cina cuma ada tambahan arah atas dan bawah. Secara sepintas untuk meramalkan nasib di masa depan menggunakan kalender cina menerjemahkan kombinasi dari siklus 10 pilar langit dan 12 cabang bumi menggunakan siklus 5 unsur dan siklus yin yang.

Jumat, 06 Maret 2009

Sistem Kalender yg ada di Jawa

Sebelum mengulas lebih jauh mengupas mengenai hari baik dan hari buruk, kita mesti mengenal sistem kalender sebagai dasar perhitungannya. Ada kalender yg berbasis matahari dan ada yg bulan. Tiap bangsa punya kalender khas masing-masing mulai bangsa Maya, Cina, Barat dll. Kalender yg digunakan adalah kalender Saka dimulai tahun 78 Masehi. Karena sifat orang jawa seperti air selalu mengikuti bentuk wadahnya, maka terjadilah penggabungan dengan sistem lama yaitu Pranata Mangsa. Digabung juga dengan perhitungan seperti wuku, paringkelan, padewan, atau yg lebih dikenal sebagai hari 1, hari 2, hari 3 sampai hari 10. Kalender saka membagi 1 tahun ke dalam 12 bulan yaitu Srawana, Bhadra, Asuji, Kartika, Posya, Margasira, Magha, Phalguna, Cetra, Wasekha, Jyesta, Asadha. Sementara pranata mangsa sebelumnya ada 10 mangsa, karena waktu tunggunya sampai dimulainya mangsa 1 lama, maka diciptakan 2 mangsa baru. Sepuluh Mangsa yaitu Mangsa Kasa, Karo, Katelu, Kapat, Kalima, Kanem, Kapitu, Kawolu, Kasanga, Kasapuluh, Dhesta, Sadha.
Setelah angka tahun saka 1554 diteruskan oleh kalender sultan agung dengan angka tahun 1555, meskipun dasar perhitungannya lain. Kalender saka berdasar matahari, sementara kalender sultan agung berdasar bulan (komariah). Kalender sultan agung membagi satu tahun menjadi 12 bulan yakni Sura, Sapar, Mulud, Bakda Mulud, Jumadilawal, Jumadilakhir, Rejep, Ruwah, Pasa, Syawal, Dukangidah, Besar. Dan hari yg dipakai cuma hari 5, 7, 8 dan 9, sementara hari yg lain jarang digunakan pada Kalender Sultan Agung, tetapi di Bali tetap di lestarikan sampai sekarang.

Kamis, 05 Maret 2009

Comic Spiderman

Aku punya banyak koleksi comic softfile dari yg beli sampai download sendiri. Kalau ada waktu nanti aku akan share. Di bawah ini contoh judul utama dari koleksi spiderman :
  • Amazing Spiderman
  • Spiderman
  • Sensational Spiderman
  • Peter Parker Spiderman
  • Spectacular spiderman
  • Limited Series

Senin, 23 Februari 2009

IAMPI Project Management

Tanggal 24 Feb 09 terima hasil tes IAMPI (Ikatan Ahli Management Proyek Indonesia) hasilnya cukup memuaskan aku lulus rangking pertama dari 30 orang peserta. Ada juga yg tidak lulus 3 orang, semoga mereka tidak menyerah. IAMPI mengacu kepada PMBOK yg berisi best practice untuk merunning project. Memanage 5 Process (Project Initiation, Planning, Executed, Monitoring & Control, Closing) dengan menggunakan 9 area knowledge (Project Integration, Scope, Time, Cost, Quality, Human resource, Communication, Risk, Procurement -Management), untuk mencapai objective dari proyek yaitu Time, Cost, Quality dan scope.

Senin, 02 Februari 2009

Wetonologi

Ilmu weton (wetonologi) digunakan dalam penentuan hari baik. Baik atau tidak itu adalah nilai rasa dari masing masing pribadi. Acuan adalah diri pribadi, tidak mengacu ke orang lain. Jika orang lain dapat 100000 menurut mereka adalah tinggi sekali, sementara misal kita sudah biasa menerima gaji 20 juta sebulan, maka nilai 100rb tidak ada apa-apanya.

Apakah hari baik itu?

Kamis, 25 Desember 2008