Kamis, 19 Januari 2012

Akuaponik - Disain Sistem

Akuaponik adalah tumpang sari antara ikan dan tanaman. Kecenderungan tehnik ini adalah pemanfaatan lahan di sekitar rumah kita yg belum termanfaatkan. Untuk disain saya merekomendasikan bertingkat untuk mengoptimalkan ruangan. Di bagian bawah kolam ikan dan diatas lahan tanam itupun bisa kita buat bertingkat.


Lahan Tanam
Kita pilihan memakai media tanam (batu dll) atau memakai sistem rakit terapung. Kalau memakai sistem rakit terapung kita bisa memakai sterofoam. Kalau tidak ada bisa memakai triplek cuma keawetannya kena panas dan hujan perlu diperhatikan. Untuk pot tempat pembesaran kalau tidak ada bisa memakai gelas bekas air mineral dilubangi memakai solder, obat nyamuk, rokok dsb. Yang penting kasih lubang di samping dan di bawah untuk lubang keluarnya akar. Jangan lupa menggunakan wadah air mineral dengan kode daur ulang selain nomor 7 dan lupa satunya (ada tulisan di bawah kode itu PVC dan O-Others). Lubangi sterofoam atau triplek disesuaikan dengan diameter wadah air mineral sehingga waktu dipasang tidak jatuh. Untuk yg memakai media batu kerikil disarankan ketinggian kurang dari 30 cm karena kekuatan kontruksi kayu terbatas. Hal ini berlaku untuk sistem rakit terapung.

Kolam Ikan
Bisa ditanam sebagian dalam tanam atau seluruhnya, dan bisa juga ditaruh di atas tanah. Tergantung kita masing-masing mempunyai keunggulan dan kelemahan masing-masing. Kalau di atas tanah kita tidak perlu menggali dan jika kita mau memanfaatkan lahan itu di kemudian hari tidak perlu menguruk. Apalagi kalau status rumah kita adalah kontrak.


Tradisional
Semi-Intensif
Intensif
Jumlah Tebar
< 50 ekor per m3
50 – 100 ekor per m3
150 ekor per m3
Kolam
Tanah
tanah dan semen
Semen/ terpal/ fiber
Pakan
Alami
Pelet dan alami
Pelet
Aerator
Tidak
Tidak
Pakai
Sistem
Air sekali pakai
Air sekali pakai
Air disirkulasi kembali
Filter
Tidak pakai
Tidak pakai
Pakai


Jenis Sayuran dan Ikan
Pilihan kita untuk jenis sayuran dan ikan tidak terbatas. Untuk sayuran bisa kita sayuran buah atau sayuran daun. Misalkan sayuran buah di rak paing atas dan sayuran daun di rak paling bawah. Jangan lupa juga untuk fotosintesis tanaman membutuhkan matahari minimal 4-5 jam. Untuk lahan yg di bawah bisa mendapatkan pada pai dan sore. Kalau terlahalang memakai cermin atau pipa cahaya (lihat bahasan pipa cahaya). Untuk ikan mulai dari nila, lele bahkan lobster air tawar bisa kita besarkan di sini. Tinggal preferensi kita untuk ikan, ikan hias atau ikan untuk dimakan.

Gambar di atas adalah memakai kayu sebenarnya pilihan tidak terbatas tergantung kita. Karena prinsip tumpang sari adalah re-use dan re-cycle. Digabungkan kolam semen atau batako dan support dengan lahan tanam di atas memakai concrete atau batako. Kita lakukan sendiri ilmu value engineering, dengan fungsi yg sama tetapi bahan lebih murah.
Sharing sedikit value engineering adalah mencari pengganti dengan fungsi sama tetapi memakai biaya yg lebih murah. Kalau dirumuskan Performance (P) sama dengan Fungsi (F) dibagi dengan Biaya (B). Biar lebih kena kita ambil contoh pada saat amerika akan melakukan perjalanan ke antariksa terdapat masalah untuk mebuat catatan di ruang hampa udara dan bebas gravitasi. Salah satu alternatif memakai ballpoint dengan tekanan tinggi. Sehingga tinta keluar dengan adanya tekanan. Hali ini dirasa masih sangat mahal. Maka dilakukan value engineering. Fungsi (F) maksimal dua kata yaitu membuat tanda. Dan setelah dilakukan semua langkah termasuk brainstroming, didapatkan solusi yg luar biasa pensil kayu. Dengan pena bertekanan biaya yg harus dikeluarkan Rp 1 juta dan untuk pensil Rp 500, sementara fungsi (F) sama. Untuk aplikasi di akuaponik atau tumpang sari silahkan dipakai juga.

Jumlah Ikan Menentukan Filter
Pada jumlah tertentu padat tebar ikan membutuhkan filter mekanik karena proses mineralisasi masih kalah cepat dengan penumpukan padatan.

3 komentar:

Bawono Wijayanto mengatakan...

Perlu diingat....jangan campurkan ikan nila dengan ikan lele, akan sangat tragis hasilnya....

He he he........peace maaan

Supriyanto 4B10 mengatakan...

Bayu Blog cukup "komplit/detail" dan sangat menarik untuk saya, khususnya tentang akuaponik. Saya akan sangat senang apabila bisa berkenalan langsung dengan yang punya blog untuk konsultasi dalam rangka mengimplementasikannya. Mohon Mas Bayu berkenan, sebelumnya terima kasih.

Salam,

Supriyanto

Bayu mengatakan...

Salam kenal juga Mas Supriyanto, maaf baru bisa reply sudah jarang buka blog. Kita kayaknya punya keinginan yg sama, jadi saling sharing saja mas, berat sekali istilah "konsultasi". Saya sudah berkali-kali membangun AP di rumah, akhirnya saya jadi pembunuh masal ikan. Karena saya sering tidak ada di rumah, dan kadang istri dan anak ke rumah mertua ikannya jadi merana. Terakhir saya bangun bertingkat di samping rumah (seperti di postingan), eh malah rumah sekarang gak ditempati lagi jadi ya mangkrak gitu deh..he..he..he. Kalau mau sharing di email saja di ssbayup@gmail.com