Rabu, 30 Maret 2016

Leluhurku Dulu dan Sekarang dengan Sumber Air

Aku lahir di Malang Jawa Timur. Leluhurku dari jalur ibu dari Malang. Sementara dari bapak dari Jawa Tengah. mBah Kabul itulah leluhurku, itu yg dikatakan orang tuaku. Mereka kelihatannya selalu berhubungan dengan sumber air. Kalau mB' Kabul sumber ari di Mendit, di kampungku Malang kami memiliki ladang bambu yg ada sumber airnya, menjadi "belik" atau air terjun kecil. Belik inilah yg sering dipakai orang untuk mandi dan cuci baju. Konon ada yg bisa melihat hal spiritual ada ular dan bokor di belik ini. Ular ini adalah isi dari pedang kakek saya yg bernama pedang kangkam. Pedang ini sesuai ingatan waktu kecilku digantung oleh kakekku mBah Soegondo dibelakang almari. Karena keingin tahuan waktu itu aku masih SD sering aku ambil dan aku buka. Pernah terpergok sama kakek dan dikasih tahu, "kalau membuka jangan sembarangan harus pelan-pelan dan ada doanya". Karena kalau dibuka cepat, arsen yg dipakai untuk mencuci senjata tersebut akan terbang dan terhisap bisa menyebabkan keracunan. Pedang itu pendek seperti sangkur panjang antara 30 sampai 40 cm, dan gagangnya gambar garuda. O iya kakek saya adalah seorang mantri suntik membuka praktek untuk orang sakit di rumah.


Ada cerita kecil sewaktu SD waktu malam hari aku haus. Dan dapur posisinya diluar rumah bentuk rumah kakek saya adalah letter U. Saya kedapur dan mendapati ruangan terang dan di atas tungku kayu ada burung seperti garuda warnanya bagus sekali. Tingginya setinggi aku ketika bertengger di atas tungku kayu. Aku melihat ke jendela dan ke atas tidak ada lubang keluar, dalam hati aku bilang wah aku akan punya peliharaan burung besar dan bagus. Aku tutup kembali pintu dapur dan lari menemui ibuku, dan aku mengatakan apa yg kau lihat tadi. Ibuku mengikuti aku ke dapur dan dia membuka pintu dapur. Dan ternyata dapur gelap gulita, dan ibuku segera menyalakan lampu, burung itu sudah tidak ada lagi di dapur. Aku marah ke ibuku karena terlalu cepat membuka pintu sehingga burung itu terbang. Ibuku bilang kalau burung itu terbang mestinya ke arah pintu, karena semua tertutup. "Kamu itu ketok-ketoken manuk wae", kata ibu ku dalam bahasa jawa. Kamu berilusi melihat burung saja. Akhirnya kami kembali ke rumah utama, pas ditengah aku melihat burung itu di halaman rumah dan sedang membuka sayap. Bentang sayap selebar halaman rumah kakek. Aku teriak ke ibu saya burungnya di halaman. Ibu saya ternyata tidak melihat burung tersebut.
Mana-mana wong tidak ada apa-apa di halaman?
Itu di halaman, masak burung segede itu tidak kelihatan kataku dengan kesal
Akhirnya ibuku menarik kerah kaosku dan menyeret masuk ke rumah. Dan aku disuruh tidur di kamar kakek.

Akhirnya pada saat aku masih kuliah, kakek datang ke rumah dengan membawa pedang pendek itu dan diberikan ke aku," iki gaman simpenen" ini senjata simpanlah. Aku protes ke kakek emang saya suka tawuran apa. Sudah kamu jaga saja senjata ini, lanjutnya lagi beliau bilang senjata Arjuna seperti ini. Kakek ini merubah pakem saja kan arjuna bawaannya keris. Kamu itu dikasih tahu jawab kakek saya. Kusimpanlah di lemari baju bersama dengan cundrik atau keris kecil pemberian kakek ku Soeparkun. Besoknya ada nenek jauhku membawa satu bungkus kain putih berisi kul buntet dan diberikan ke aku. Karena ngeri lihat kain putihnya aku buang dan isisnya aku taruh di samping tumpukan baju. Dan setelah itu aku lupa, karena kau harus ke daerah lain untuk kuliah S1. Ketika kembali semua barang tersebut pedang pendek, cundrik dan kul buntet tidak ada di lemari. Paling-paling dibersihkan oleh ibu saya.

Sampai saat ini....
Ada dua spiritual yg mengkonfirmasi di rumah orang tua saya dililit ular yg besar sekali. Dan spritiual yg satunya ular tersebut berdiam di belik. Dan setetalh dilakukan komunikasi ular tersebut bilang, selama dia ada sumber air belik tersebut tidak akan kering. Aku jadi teringat mBah Kabul yg membuat pemandian mendit. Bureng sama dengan Wendit.

Kutipan Negara Kertagama
Buluh gading melepas kainnya, layu merana tak ada hentinya. Sedih mata yang memandang, tak berdaya untuk menyembuhkannya. Kecuali menanti Hayam Wuruk sumber hidup segala makhluk. Beliau mashur bagai raja utama, bijak memperbaiki jagad. Pengasih bagi yang menderita sedih, sungguh titisan batara. Tersebut lagi, paginya Sri Paduka berkunjung ke candi Kidal. Sesudah menyembah batara, larut hari berangkat ke Jajago. Habis menghadap arca Jina, beliau berangkat ke penginapan. Paginya menuju Singasari, belum lelah telah sampai Bureng. Keindahan Bureng : telaga bergumpal airnya jernih. Kebiru-biruan, di tengahnya candi karang bermekala. Tepinya rumah berderet, penuh pelbagai ragam bunga. Tujuan para pelancong penyerap sari kesenangan. Terlewati keindahannya, berganti cerita narpati. Setelah reda terik matahari, melintas tegal tinggi.
Rumputnya tebal rata, hijau mengkilat, indah terpandang. Luas terlihat laksana lautan kecil berombak jurang. Seraya berkeliling kereta lari tergesa-gesa. Menuju Singasari, segera masuk ke pesanggrahan. Sang pujangga singgah di rumah pendeta Buda, sarjana. Pengawas candi dan silsilah raja, pantas dikunjungi. Telah lanjut umurnya, jauh melintasi seribu bulan. Setia, sopan, darah luhur, keluarga raja dan mashur. Meski sempurna dalam karya, jauh dari tingkah tekebur. Terpuji pekerjaannya, pantas ditiru keinsafannya. Tamu diterima dengan girang dan ditegur : “Wahai orang bahagia, pujangga besar pengiring raja, pelindung dan pengasih keluarga yang mengharap kasih. Jamuan apa yang layak bagi paduka dan tersedia?” Maksud kedatangannya: ingin tahu sejarah leluhur para raja yang dicandikan, masih selalu dihadap. Ceriterakanlah mulai dengan Batara Kagenengan. Ceriterakan sejarahnya jadi putra Girinata.
Paduka Empuku menjawab : “Rakawi maksud paduka sungguh merayu hati. Sungguh paduka pujangga lepas budi. Tak putus menambah ilmu, mahkota hidup. Izinkan saya akan segera mulai. Cita disucikan dengan air sendang tujuh”.
Terpuji Siwa! Terpuji Girinata! Semoga terhindar aral, waktu bertutur. Semoga rakawi bersifat pengampun. Di antara kata mungkin terselib salah. Harap percaya kepada orang tua. Kurang atau lebih janganlah dicela. Pada tahun 1104 Saka ada raja perwira yuda Putra Girinata, konon kabarnya lahir di dunia tanpa ibu. Semua orang tunduk, sujud menyembah kaki bagai tanda bakti. Sri Ranggah Rajasa nama beliau, penggempur musuh pahlawan bijak. Daerah luas sebelah timur gunung Kawi terkenal subur makmur. Di situlah tempat putra Sang Girinata menunaikan darmanya. Menggirangkan budiman, menyirnakan penjahat, meneguhkan negara, ibukota negara bernama Kotaraja, penduduknya sangat terganggu. Tahun 1144 Saka, beliau melawan raja Kediri Sang Adiperwira Kretajaya, putus sastra serta tatwopadesa. Kalah, ketakutan, melarikan diri ke dalam biara terpencil. Semua pengawal dan perwira tentara yang tinggal, mati terbunuh. Setelah kalah Narpati Kediri, Jawa di dalam ketakutan. Semua raja datang menyembah membawa tanda bakti hasil tanah. Bersatu Jenggala Kediri di bawah kuasa satu raja sakti. Cikal bakal para raja agung yang akan memerintah pulau Jawa. Makin bertambah besar kuasa dan megah putra sang Girinata. Terjamin keselatamatan pulau Jawa selama menyembah kakinya. Tahun 1149 Saka beliau kembali ke Siwapada. Dicandikan di Kagenengan bagai Siwa, di Usana bagai Buda.

Selasa, 02 Februari 2016

Membuat Sendiri Jajanan Pasar Perut Ayam (beda baking soda dan baking powder)

Kepinngin jajan perut ayam tetapi di pasar di Duri Riau tidak ada. Googling sana sini akhirnya mencoba salah satu resep tetapi di-skip air kelapa dan tape singkongnya. Ada resep yg memakai baking powder dan satu lagi pakai baking soda. Di rumah cuma ada baking soda, kupakai saja baking soda.

Percobaan pertama....
Bahan
Tepung terigu serba guna - 250 gram
Telur - 2 biji
Bubuk vanili - 1/2 sendok teh
Baking soda - 1/2 sendok teh
Ragi instan - 1 sendok teh
Gula - 80 gram
Air - 110 ml

Cara
bahan kering dicampur tepung terigu, telor (gak kering kali), bubuk vanili, sebagian gula dengan sebagian air. Di tempat lain bahan baking soda dicampur ragi dan sisa air hangat dicampur dan didiamkan. Setelah 3 menit dimasukkan ke campuran tepung dan didiamkan setengah jam. Karena gak ada plastik segitiga, saya masukkan ke plastik gula dan diikat ujungnya dengan karet gelang. Ujung bawah di gunting sekitar 1/2 cm. Kalau kebesaran jangan berkecil hati, ketika menuang ditutup sebelahnya saja. Panaskan wajan dan minyak, setelah minyak panas pencet adonan dalam plastik tadi dengan gerakan melingkar. Hasilnya gosong dan rasanya seperti donat. Kenapa? Setelan api kompor terlalu besar. Bahan tape singkong 100 gram yg di skip ternyata harus ditambahkan biar rasa beda.

Percobaan kedua pakai tape singkong dan api kecil.
Gagal lagi beli tape 10 bungkus dimakan anak-anak semua. Sore hari baru bisa dimulai, karena ada sisa tape di bungkusnya yg gak dihabiskan sama anak-anak.

Lesson learned
1. Kalau lubang kekecilan adonan kan berputar-putar di minyak seiring kita menuangkan
2. Tape bisa diganti pisang kematangan yg blenyek (seperti godo pisang di sumatera)
3. Minyak panas tetapi setel di api yg paling kecil biar gak gosong.
4. Jauhkan anak-anak minyak panas, ketika membalik adonan di wajan minyak bisa terpercik. Kalu bisa pakai capitan jangan pakai "sutil" (opo bahasa indonesiane yo?)

Jumat, 16 Oktober 2015

Freeware Untuk Katalog Film

Sudah banyak yg aku coba untuk movie catalog EAC sekarang sudah berbayar, cari yg gratisan lagi ketemu tetapi tidak cocok untuk merecord tv series. Yaitu My Movie Manager, silahkan googling. Sesudah di install kita hanya perlu film kita di folder mana dan setelah itu klik update ke imdb, otomatis diupdate. Kalau tidak ketemu terpaksa manual mencarinya. Pakai nomor id yg ada di imdb, dimasukkan ke menu klik edit, lalu fetch....

Rabu, 07 Oktober 2015

Problem Notebook Lenovo B4400 Blue Screen Setelah Hybernate

Hormat Bendera Dulu Arjuna dan Kirana, Cia mengibarkan bendera

Aku menerima notebook asset perusahaan Lenovo B4400. Ketika diterima ada yg mengeluh setelah hybernate langsung restart blue screen (BSOD), sementara laptop punyaku tidak ada masalah. Setelah sekian lama ternyata punyaku mendapatkan gejala yg sama. Setelah ngoprek laptop belum juga ketemu penyakitnya. Sekian hari googling sana googling sini akhirnya ketemu.

Tiap kali crash window menyimpan file nya di windows/minidump/*.dmp
Aku mencoba membuka pakai notepad keluar huruf gak karuan

Penyebab hal ini menurut pengalaman beberapa orang yg mengalami adalah dari:
  • Virus
  • Driver yg konflik/ error dsb
Alternatip satu kena virus hajar pakai Smadav registry yg rusak diperbaiki aman tidak ada masalah. Eh masih terjadi, harus evaluasi pakai cara kedua. Lihat dump file nya window. Bagaimana caranya? Ada software yg kupakai adalah WhoCrashed, download, install dan jalankan

Klik Analyze hasil punya saya adalah seperti di bawah ini, kalian mungkin berbeda

Saran dari software ini untuk update driver terbaru USB3. Tetapi saya sudah update dengan driver terbaru kok masalah. Saya masuk ke lenovo untuk mencari driver USB3, saya install muncul komentar driver ini lebih lama dari yg sudah terinstall. Saya coba kembalikan ke driver yg lama. Notebook saya hybernate, setelah itu saya hidupkan kembali.
Dueng......
Sudah gak crash lagi atau blue screen
Akhirnya saya buka blogger dan aku posting pengalamanku itu

Begini ceritanya...
Aku menerima notebook asset perusahaan Lenovo B4400. Ketika diterima ada yg mengeluh setelah hybernate langsung restart blue screen (BSOD
bla..bla..bla..

Senin, 14 September 2015

Dosa Manusia dan Terkotak-kotak Oleh Baju yg Bernama Agama

Hari ini aku mengupdate halaman sites.google.com/site/thomchrists/ memakai winhttrack versi portable. Karena ketika kemarin memakai yg versi biasa banyak offline web ku yg hilang.

Pada mulanya adalah Sabda, Sabda itu adalah Tuhan...
Manusia pertama Adam dan Hawa tinggal bersama-sama dengan Setan di Taman Eden. Manusia dipengaruhi oleh Setan supaya "curiga dengan Tuhan". Manusia dilarang memakan "buah pengetahuan" karena kalau makan itu nanti akan sama dengan Tuhan kata Setan. Akhirnya manusia di migrasikan ke Bumi. Sesampainya di Bumi manusia beranak pinak, akhirnya lahirlah saya ;-). Dan sifat "curiga dengan Tuhan" masih terbawa sampai sekarang. Jika kita menderita sakit, sedih dll kita selalu menduga itu perbuatan dari Tuhan. Berhasillah agenda Setan membenturkan anak manusia dengan Tuhan. Ketika di taman Eden manusia seperti Superman kemana mana tinggal teleport, mau makan tinggal dibayangin saja sudah kenyang. Berbeda ketika sudah jadi penduduk Bumi. Manusia menjadi lemah dan terbatas. Inilah agenda besar Allah ketika manusia lemah secara fisik dan mental, ayo datanglah yg lemah akan Aku kuatkan, yang lapar Aku kenyangkan. Setan lagi yg memprovokasi kalau lapar ya pasti dikasih nasi komplit dengan lauknya, kalau sakit ya disembuhkan. Merasakan cinta kasih Tuhan Allah dalam batin kita dan bersatu dengan Tuhan adalah tujuan hidup kita. Seperti Ayub diberitahu oleh sahabatnya,"pasti kamu sudah bersalah kepada Tuhan, mangkanya penyakit kamu tidak disembuhkan olehNya!" Akhirnya kembali lagi Setan berhasil membenturkan manusia dengan Tuhan. Dimensi di dunia ini ada 365 dimensi dan Tuhan adalah diluar dimensi tersebut. Jangan juga terjadi persepsi salah siang - malam, terang - gelap, setan - Tuhan. Tuhan - setan sepertinya Tuhan itu lemah harus bertarung dengan setan. Tuhan itu Maha Segalanya tidak terlawan bahkan setan sekalipun. Jadi kalau setan lawan katany apa cari yg lain saja, contohnya setan - alas, setan - kober dsb. Pergumulan batin tiap orang memang berbeda-beda. Seperti halnya bapa Abraham begitu mudah sekali perjalanan Iman beliau. Nabi Yunus begitu bandelnya sudah dipilih lari-lari terus. Atau umat Israel yg bandel sudah berkali-kali nabi dikirim tetapi masih juga kurang percaya. Apa yg kesamaan mereka? Agama mereka? Suku mereka? Apapun agamanya atau bajunya, perjumpaan batiniah dengan Tuhan lah kesamaan mereka. Kita sering terkotak-kotak oleh baju agama sehingga melupakan bahwa kita ini manusia kebatinan. Kalau kita cuma fisiknya saja yg penting kenapa kita gak bikin avatar atau robot untuk mewakili kita berdoa kepada Tuhan. Doa gak dikabulkan gak penting, sing penting wis ketemu karo Gusti Allah. Seperti ketemu selebriti/ pejabat/ pendeta/ guru kesukaan kita ketemu saja sudah senang apalagi dikasih duit. Gusti ora sare kalau kita butuh pasti dikasih kalau sudah waktunya.
Lesson learn-nya jangan curiga dengan Tuhan, kita dikasih anugerah terindah yakni Roh Kudus dalam diri kita, kita dikasih Hati Nurani, kita dikasih saudara 4 (empat) kalau mau curhat-curhatan. Kurang apalagi Tuhan itu. Dan Tuhan bukan lawan Setan, Tuhan di atas segala-galanya.
Tuhan jangan jadikan diriku seperti lahan berpasir, yg dengan mudah hanyut oleh air.
Kuatkan lah aku setiap hari untuk merasakan kasihmu...
Nanti ketika aku mencoba merasakan KasihMu akan lebih peka lagi 1 juta dipangkat 1 juta dipangkat 1 juta kali lebih peka merasakan kasihMu..

Minggu, 13 September 2015

Update Blonceng - Minggu ke Tiga

Update tanaman blonceng mingguk ke tiga, ada lesson learned pemakaian media.
Memakai media tanah dan sekam padi saja

Memakai media tanah, kotoran kambing, sekam.
Pertumbuhan lebih cepat dan daun lebar di tempat tanaman memakai kotoran kambing.
Dan aku update juga anakan cabe yang kata penjualnya cabe cina, sudah berbuah satu biji dalam waktu satu bulan. Kecil-kecil jagoan juga.




Pemangkasan Tanaman Untuk Membentuk Cabang

Tanaman klengkeng pingpong cenderung ramping satu dahan saja. Aku mengira klengkeng dalam pot di rumah punya cabang banyak, ternyata bukan cabang tetapi dahan daun. Ketinggian sudah satu meter, aku potong di tengah antara kulit pohon coklat dan hijau. Dan 4 (empat) daun dari ujung aku potong, karena sesuai prosedurnya cabang akan muncul di daerah ini. Aku tunggu dengan cemas dan di satu minggu berikutnya sudah keluar cabang baru di area daun. Setelah dua minggu penampakan seperti di bawah ini.

Yang muncul kok cuma 3 (tiga) cabang, apa yg salah? Aku pangkas 4 (empat) daun di bawah ujung yg terpotong, ternyata ada yg ketika memangkas KULITNYA IKUT TERKELUPAS. Jangan takut untuk memangkas untuk membentuk cabang baru, ketika ketinggiannya cukup.