Minggu, 25 September 2011

Akuaponik - Praktek Menghitung Jumlah Lahan dan Ikan


Secara umum disain sistem akuaponik adalah penentuan ukuran filter sistem untuk menghilangkan padatan (jika memakai filter padatan terpisah) dan bio-filter (jika dibuat filter terpisah). Setelah dua hal tersebut ditentukan masukkan faktor safety. Jika memakai bio-filter terpisah maka sub-sistem hydroponic adalah factor safetynya.
Pertimbangan yg lain adalah perbandingan antara volume kolam ikan dan hidroponik. Faktornya adalah jumlah pakan ikan harian terhadap luas area tanam. Jika rasio jumlah pakan terhadap tanaman terlalu tinggi, maka mineral akan cepat menumpuk dan pada tingkat tertentu menjadi racun. Tingkat perputaran air yg tinggi dibutuhkan supaya tidak terjadi penimbunan nutrisi. Jika rasio jumlah pakan terhadap tanaman terlalu rendah, maka tanaman akan kekurangan nutrisi sehingga membutuhkan nutrisi tambahan.

Studi Kasus 1 – Batasan ketersediaan lahan tanam

Kita punya lahan tanam seluas 6m2 dan memakai media. Berapa jumlah ikan yg harus dipelihara?

  
      Rasio Pemberian Pakan dan Jumlah Pakan Setahun
Kalau memakai sistem raft kita memakai Rasio Pakan 100 g/ m2 per hari, karena memakai media volume air 75% kurang dari raft maka rasio pakan 25% x 100 g/m2 per hari = 25 g/m2 per hari.
Jumlah pakan per tahun = Rasio Pakan x 365 hari/ tahun x Luas Lahan
= 25 g/m2/hari x 365 hari/ tahun x 6 m2 = 54,750 gram/ tahun = 54.75 kg/ tahun

2    
     Feed Conversion ratio
Feed Conversion Ration 1.7 artinya tiap 1 kg berat ikan butuh 1.7 kg pakan. Dari figur itu didapat effisiensi = output/ input = 1/1.7 = 0.59 artinya tiap 1 kg pakan akan menghasilkan 0.59 kg berat ikan.

3   Jumlah Berat Produksi Ikan
Berat Produksi Ikan per Tahun = Jumlah Pakan per tahun x Effisiensi Pakan
= 54.75 kg/ tahun x 0.59 = 32.3 kg berat ikan
Dari figure di atas kita bisa menentukan jumlah ikan yg dihasilkan per tahun. Bibit ikan mempunyai berat 20 gram dan berat ikan saat dipanen adalah 450 gram, berarti ada penambahan berat 430 gram atau 0.43 kg per ikan.
Jumlah ikan per tahun = Berat produksi ikan per tahun / penambahan berat per ikan = 32.3 kg per tahun / 0.43 kg/ikan = 75.1 = 76 ikan per tahun

4    Padat Tebar Ikan
Padat tebar ikan adalah berat ikan per volume air,merupakan aspek yg sangat penting karena beberapa alasan. Kualitas air akan menurun seiring penambahan padat tebar, menambah limbah ikan, dan meningkatkan kadar zat berbahaya seperti amoniak dan nitrit. Padat tebar lebih tinggi maka konsumsi oksigen lebih banyak, kekurangan oksigen bisa menghambat pertumbuhan dan menurunkan kesehatan ikan. Padat tebar rendah menurunkan FCR dan  menjadikan sistem tidak effisien.

   
      Critical Standing Crop (Maksimum Padat Tebar)
Padat tebar maksimum ikan tanpa mempengaruhi pertumbuhan ikan. Pengoperasion sistem mendekati Maksimum Padat Tebar artinya mengunakan volume yg ada secara efisien. Maksimum Padat Tebar yg dipakai adalah 60 kg/ m3 yg dipakai secara umum oleh para ahli aquaponic.

6  
      Panen Sistem Banyak Kolam 
      Untuk menjaga padat tebar ikan kita mendekati Maksimum Padat Tebar, dipakailah sistem banyak kolam yg dimasing-masing kolam secara bertahap dibesarkan ikan dengan umur yg berbeda. Dalam disain kita memakai empat kelompok benih ikan yg berbeda. Benih masuk kolam dengan berat 20 gram dan akan dipanen dengan berat 450 gram. Waktu yg dibutuhkan dari benih ke panen sekitar 170 hari, artinya ikan akan dipanen setiap 170 hari dibagi 4 kolam = 42.5 hari setara dengan 6 minggu.
Jumlah Ikan tiap panen = 76 ikan/tahun x 6 minggu/ panen x 1 tahun/ 52 minggu = 8.77 = 9 ikan/ panen.
Volume air yg dibutuhkan dihitung pada akhir hari ke 42, pada saat massa paling berat. Padat tebar maksimum 60 kg/ m3 atau 0.06 kg/liter.


Dan pada awal siklus tiap 6 mingguan padat tebar sangat kecil.


 
      Rencana Tanam dan Panen Tanaman
Lahan 6 m2 akan ditanam dengan 2 jenis tanaman,3 m2 untuk menanam 36 okra dan 3 m2 untuk menanam 36 kemangi. Berdasarkan pengalaman okra dipanen 3 kali dalam setahun sementara kemangi 12 kali setahun. Nutrisi yg dibutuhkan akan kosisten jika cara tanam secara bertahap.




Wuih capeknya....kalau bingung ulang dari depan ya pelan-pelan kan cuma tambah kurang kali bagi nggak ada pake integral segala. Jangan terpengaruh hitungan yg rumit di atas prinsip dasarnya sederhana keseimbangan antara tingkat pakan ikan dan jumlah lahan. Kita harapkan dengan hitungan yang tepat kita tidak membuang pakan ikan dengan percuma.

Ini jawaban untuk rekan yg tanya kita buat sederhana ya salam damai...

3 komentar:

Anonim mengatakan...

luar biasa, pengetahuan yg sangat berguna, buat mas bayu maju terus mengulas hidroponik dan aquaponic.

Anonim mengatakan...

Mohon maaf mas saya kok nggak paham mengenai hitung2an ini.
Critical Standing Crop = 60kg/m3,, itu kok tinggi sekali ya mas densitynya. Kalau budidaya lele saat panen berat lele 10ekor/kg. berarti padat tebarnya 600ekor/m3 betulkah? dan berapakah luas lahan tanam untuk kolam ukuran 10m3?
Trima kasih sebelumnya...

Bayu mengatakan...

Untuk Lele dan Nila dengan padat tebar tinggi lebih dari 30 kg/m3 perlu alat tambahan aerator dan filter. Juga Nila dan lele sanggup hidup berdesak-desakan dan jadi konsentrasi pada pertumbuhan bukan berkembang biak. Basic akuaponik adalah tingkat pakan yaitu 60 g pakan per hari per 1 m3 lahan tanam untuk sayuran daun, sementara untuk sayuran buah 100 g/m3. Misal kita tanama sayuran daun jadi kita ambil 60 g/m3 dan kita asumsikan pakai sistem rakit terapung (raft) dengan kedalaman 30 cm.